Bawaslu Gelar Sosialisasi Pengawasan Pemilu di SLB Negeri Borong, Berkomitmen Jamin Hak Pilih Penyandang Disabilitas
|
Borong, Bawaslu Manggarai Timur - Bawaslu Kabupaten Manggarai Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan demokrasi yang inklusif, bermartabat, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi pengawasan pemilu bagi penyandang disabilitas yang dilaksanakan di SLB Negeri Borong pada Senin (25/05/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Zakarias Gara, S.H. (Ketua Bawaslu Manggarai Timur) bersama Anggota Bawaslu Maksimilianus Ukut, S.Fil., M.Th. didampingi pejabat struktural dan staf sekretariat Bawaslu Manggarai Timur. Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai pentingnya penggunaan hak pilih sekaligus meningkatkan kesadaran akan pengawasan partisipatif dalam pelaksanaan pemilu mendatang.
Kehadiran Bawaslu disambut hangat oleh pihak sekolah. Salah seorang guru SLB Negeri Borong menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada peserta didik penyandang disabilitas.
"Kami sangat berterima kasih atas kunjungan dari Bawaslu. Kegiatan ini sangat membantu kami dalam memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang bagaimana menggunakan hak pilih mereka pada pemilu nanti," ungkapnya.
Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Kabupaten Manggarai Timur, Zakarias Gara, S.H., menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama dalam menggunakan hak pilihnya, termasuk penyandang disabilitas. Menurutnya, negara bersama penyelenggara pemilu memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh tahapan pemilu berlangsung secara inklusif, ramah, serta mudah diakses oleh semua pihak tanpa adanya diskriminasi.
"Kami menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama dalam menggunakan hak pilihnya, termasuk teman-teman penyandang disabilitas. Negara dan penyelenggara pemilu wajib memastikan seluruh proses pemilu berjalan secara inklusif, ramah, dan mudah diakses oleh semua pihak tanpa diskriminasi," ujar Zakarias Gara.
Ia menambahkan bahwa pemberlakuan layanan khusus bagi penyandang disabilitas bukan merupakan bentuk perlakuan istimewa, melainkan langkah untuk menjamin kesetaraan hak dan kesempatan dalam berpartisipasi pada pemilu.
"Fasilitas aksesibilitas di TPS, pendampingan sesuai kebutuhan, serta penyediaan informasi yang mudah dipahami harus menjadi perhatian bersama agar seluruh pemilih dapat menggunakan hak pilihnya dengan baik," tambahnya.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Manggarai Timur, Maksimilianus Ukut, menegaskan bahwa penyandang disabilitas merupakan bagian penting yang mendapat perhatian khusus dari Bawaslu dalam memastikan terpenuhinya hak politik setiap warga negara.
"Kunjungan ini merupakan salah satu bukti bahwa teman-teman sekalian, khususnya penyandang disabilitas, merupakan perhatian khusus kami agar hak suara kalian tetap terjaga dan dapat digunakan sebagaimana mestinya," ungkap Maksimilianus Ukut.
Kegiatan ini juga menjadi ruang dialog bagi para penyandang disabilitas untuk menyampaikan pengalaman serta kendala yang dihadapi pada pemilu sebelumnya. Salah satu peserta menyampaikan harapannya agar lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) dapat lebih dekat dan mudah dijangkau, sehingga memudahkan proses pendampingan saat menggunakan hak pilih.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Bawaslu menyampaikan bahwa masukan tersebut menjadi perhatian penting bagi penyelenggara pemilu. Bawaslu berkomitmen untuk terus mendorong perbaikan layanan pemilu yang ramah disabilitas, termasuk aspek aksesibilitas dan pendampingan di TPS.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Bawaslu Kabupaten Manggarai Timur berharap kualitas pelayanan pemilu yang inklusif dapat terus ditingkatkan, sehingga seluruh warga negara, termasuk penyandang disabilitas, dapat menggunakan hak pilihnya secara aman, nyaman, dan mandiri.
Penulis dan Foto: Natalia A. Pujianti
Editor: Florianus F. Serpur