Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Manggarai Timur Gelar Rapat Penguatan Kelembagaan, Tekankan Pendidikan Pemilih dan Karakter Pengawas

Foto Humas Bws Matim

Terlihat Ketua Bawaslu Manggarai Timur, Zakarias Gara (dua dari kanan), didampingi oleh Anggota Bawaslu Angela dan Maksimilianus Ukut, serta Kepala Sekretariat Bawaslu Manggarai Timur saat memimpin jalannya kegiatan.

Manggarai Timur – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Manggarai Timur melaksanakan Kegiatan Penguatan Kelembagaan selama dua hari, Jumat–Sabtu, 9–10 Oktober 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh stakeholder dalam kepemiluan seperti Kejaksaan, Kepolisian, TNI, Disdukcapil, BPMD, Kominfo, Kesbangpol, organisasi masyarakat, serta organisasi kemahasiswaan. Narasumber berasal dari Tenaga Ahli Komisi II DPR RI, akademisi dan pegiat pemilu. Materi disampaikan secara luring dan daring.

Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Manggarai Timur, Zakarias Gara, menegaskan bahwa terdapat tiga poin prioritas yang menjadi fokus penguatan kelembagaan: “Pertama, pendidikan pemilih yakni bagaimana Bawaslu membangun karakter pemilih yang cerdas dan berintegritas. Kedua, penguatan sumber daya manusia, baik di sekretariat maupun jajaran komisioner. Ketiga, penguatan karakter para pengawas pemilu.”

Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyoroti Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135 yang mengatur pemisahan pemilu nasional dan pemilu lokal. “Dalam konteks pengaturan pemisahan tersebut, Bawaslu sangat membutuhkan masukan dan informasi dari para peserta kegiatan kelembagaan ini. Kami juga butuh masukan terkait tugas dan fungsi kami sebagai penyelenggara pemilu, terutama dalam konteks pengawasan, pencegahan, penanganan pelanggaran, dan penyelesaian sengketa,” ucapnya.

FT HUMAS
Peserta terlihat serius mengikuti kegiatan. Mereka duduk rapi, mencatat, dan menyimak materi dengan antusias

Kegiatan ini berlangsung dinamis dan interaktif. Antusiasme peserta tidak hanya terlihat dari banyaknya tanggapan, pertanyaan, serta diskusi yang muncul selama pemaparan materi, tetapi juga dari keberanian mereka mengkritisi, menyampaikan perspektif baru, serta memberikan usulan yang menyentuh aspek teknis maupun konseptual penyelenggaraan pemilu. Beberapa peserta bahkan menanggapi langsung pernyataan narasumber dan mengaitkannya dengan pengalaman pengawasan di lapangan. Situasi ini menciptakan ruang dialog dua arah yang hidup, memperkaya substansi kegiatan, dan menunjukkan bahwa topik-topik kelembagaan Bawaslu mendapat perhatian serius dari berbagai unsur yang hadir.

FT HUMAS
Suasana kegiatan saat penyampaian kesimpulan oleh Anggota Bawaslu Manggarai Timur, Maksimilianus Ukut. Para peserta tampak serius menyimak dari tempat duduk mereka, sementara di meja depan Maksimilianus menyampaikan refleksi penutup kegiatan.

Menutup kegiatan, Anggota Bawaslu Manggarai Timur, Maksimilianus Ukut, menyampaikan refleksi penting mengenai evaluasi kelembagaan. “Karena hidup yang tidak pernah direfleksikan adalah kehidupan yang tidak pantas untuk dihidupi. Dan sesungguhnya, seorang asing atau tamulah yang pertama-tama menyadari atap bocor dan sarang laba-laba pada satu rumah daripada tuan rumah sendiri,” ungkapnya. Ia menegaskan bahwa Bawaslu Manggarai Timur membuka diri terhadap semua masukan dan kritik konstruktif dari stakeholder demi perbaikan kualitas lembaga. “Dengan dalil yang sama, kegiatan penguatan kapasitas kelembagaan ini menghadirkan Bapa-Ibu sekalian agar evaluasinya lebih komprehensif, terbuka, dan transparan,” tutup Maksimilianus.

 

Penulis dan Foto: Ryan Serpur

Editor: Maksimilianus Ukut