Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Manggarai Timur Jaring Aspirasi Siswa Demi Peningkatan Publikasi Kehumasan

Foto Humas Bws Matim

Borong, Bawaslu Kabupaten Manggarai Timur — Bawaslu Kabupaten Manggarai Timur menjaring aspirasi audiens muda sebagai bahan pengembangan komunikasi publik melalui media sosial. Kegiatan yang berlangsung di Aula SMKN 1 Poco Ranaka, Kamis (22/10/2026), ini dilaksanakan dalam rangkaian Bawaslu Goes to School melalui pengisian lembar aspirasi dan simulasi interaksi pada akun media sosial lembaga.

Penjaringan aspirasi dipimpin langsung oleh Kordiv HP2H Bawaslu Kabupaten Manggarai Timur, Maksimilianus Ukut. 

Selain menjelaskan tujuan pengisian lembar aspirasi, Maksimilianus memperkenalkan akun media sosial Bawaslu Matim melalui simulasi penggunaan platform X, Instagram, Facebook, YouTube, dan TikTok. 

Kegiatan ini tidak hanya diarahkan untuk mengetahui platform yang digunakan siswa, tetapi juga menggali jenis konten yang menarik perhatian, alasan mereka melewati suatu tayangan, serta harapan terhadap cara lembaga menyampaikan informasi kepemiluan dan pengawasan. 

Dari 80 siswa yang mengikuti kegiatan induk tersebut, sebanyak 50 siswa mengisi lembar aspirasi. Jawaban mereka memuat pilihan mengenai kebiasaan bermedia sosial, bentuk konten yang disukai, kendala dalam memahami tayangan, dan masukan untuk pengembangan komunikasi publik Bawaslu Matim. 

Pada pertanyaan mengenai jenis konten yang membuat mereka berhenti menggulir layar, konten penjelasan yang membantu pemahaman memperoleh pilihan terbanyak, yakni 22 pilihan. 

Berikutnya, video pendek memperoleh 21 pilihan dan cerita nyata atau kejadian sehari-hari memperoleh 19 pilihan. 

Sementara itu, pada pertanyaan tentang alasan melewati tayangan sebelum selesai, bahasa yang sulit dipahami menjadi pilihan terbanyak dengan 23 pilihan. 

Teks yang terlalu banyak atau tayangan terlalu panjang memperoleh 19 pilihan. Topik yang terasa jauh dari kehidupan siswa dan keraguan terhadap kebenaran informasi masing-masing memperoleh 18 pilihan.

Angka tersebut merupakan jumlah pilihan pada pertanyaan yang memungkinkan responden memilih lebih dari satu jawaban. Data ini menggambarkan masukan yang terkumpul dari siswa yang mengisi lembar aspirasi, bukan kesimpulan yang mewakili seluruh anak muda di Manggarai Timur. 

Dari aspirasi menuju ruang interaksi Suasana penjaringan aspirasi juga memperlihatkan respons spontan siswa ketika diperkenalkan dengan akun media sosial Bawaslu Matim. 

Di tengah simulasi, seorang siswa menyeletuk, “Follow!” Maksimilianus merespons dengan menjelaskan ruang interaksi yang ingin dibangun melalui media sosial lembaga. 

“Terima kasih untuk siswa yang sudah merespons follow. Komentar-komentar Anda akan kami jawab setiap hari Rabu dalam edisi Tanya Humas,” ujar Maksimilianus. 

Seorang siswa kemudian mempertanyakan kesanggupan Bawaslu Matim untuk menjawab setiap komentar yang disampaikan. 

Menanggapi pertanyaan tersebut, Maksimilianus menjelaskan bahwa hal itu merupakan harapan Bawaslu Matim. Rubrik Tanya Humas memang dirancang sebagai ruang untuk menjawab pertanyaan publik setiap Rabu. 

Interaksi tersebut memberi gambaran konkret tentang pendekatan komunikasi yang ingin dikembangkan: masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga memiliki ruang untuk bertanya dan memperoleh penjelasan. 

Dalam konteks audiens muda, kesempatan menyampaikan pertanyaan secara langsung menjadi bagian dari upaya mendekatkan informasi kepemiluan dan pengawasan kepada masyarakat. Masukan tertulis siswa turut memperlihatkan beragam harapan. 

Pada pertanyaan tentang cara berkomunikasi agar informasi mudah dipahami dan tidak terkesan kaku atau menggurui, jawaban yang tercatat antara lain penyampaian yang jelas dan dilengkapi bukti, penggunaan bahasa yang santai dan relevan, penjelasan terperinci disertai contoh, serta penggunaan video pendek. 

Adapun pada pertanyaan mengenai hal yang perlu diperbaiki dalam komunikasi publik Bawaslu Matim, beberapa siswa menyampaikan masukan tentang pencegahan politik uang dan peningkatan keaktifan sosialisasi. 

Masukan lainnya mencakup penyajian informasi yang mudah dipahami, penyampaian yang tepat dan benar, serta penggunaan unsur interaktif seperti permainan. 

Bagian dari penataan komunikasi publik Penjaringan aspirasi ini sejalan dengan arah pembenahan komunikasi publik Bawaslu Matim yang sebelumnya disampaikan melalui siaran pers bertajuk “Dari Rutinitas ke Strategi, Bawaslu Manggarai Timur Tata Ulang Komunikasi Publik.” 

Dalam arah tersebut, publikasi tidak diposisikan semata-mata sebagai dokumentasi kegiatan lembaga, tetapi sebagai komunikasi yang direncanakan dengan memperhatikan kebutuhan audiens. 

Melalui penjaringan aspirasi, Bawaslu Matim mulai menghimpun masukan langsung dari salah satu kelompok sasaran komunikasi, yakni pelajar yang sedang berada pada fase mengenal kepemiluan dan mempersiapkan diri sebagai pemilih. 

Masukan tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan materi, bentuk konten, dan cara penyampaian informasi melalui media sosial. Langkah ini belum menjadi ukuran keberhasilan pembenahan komunikasi publik. 

Namun, penjaringan aspirasi menyediakan dasar awal yang dapat ditelusuri untuk memahami kebutuhan audiens muda, sementara pelaksanaan rubrik Tanya Humas membuka ruang interaksi yang dapat diamati dalam praktik berikutnya. 

Bagi Bawaslu Matim, pengembangan komunikasi publik tidak berhenti pada seberapa sering informasi diterbitkan. 

Upaya ini juga menyangkut bagaimana informasi dipahami, bagaimana pertanyaan masyarakat direspons, dan bagaimana ruang komunikasi lembaga terus dikembangkan berdasarkan masukan yang diterima.

Penulis: Maksimilianus Ukut 

Editor: Humas Bws Matim