Bawaslu Manggarai Timur: Pendamping PKH Mitra Strategis Pengawasan Partisipatif hingga Tingkat Akar Rumput
|
Borong, Bawaslu Manggarai Timur – “Pendamping PKH akan menjadi mitra strategis dalam pelaksanaan pengawasan partisipatif dan sosialisasi regulasi Pemilu dan Pemilihan karena mereka memiliki ekosistem dan jaringan kerja sampai ke masyarakat akar rumput.” Pernyataan tersebut disampaikan Anggota Bawaslu Manggarai Timur, Maksimilianus Ukut, S.Fil., M.Th., saat kegiatan Konsolidasi Demokrasi bersama Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Lamba Leda Selatan yang dilaksanakan di Kantor Camat Lamba Leda Selatan, Kamis (09/07/2026).
Kegiatan yang disambut oleh Koordinator PKH Kecamatan Lamba Leda Selatan, Richardus Banggur, S.Fil., tersebut menjadi bagian dari upaya Bawaslu Manggarai Timur memperkuat pengawasan partisipatif melalui kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat yang memiliki jaringan hingga tingkat desa.
Dalam pemaparannya, Maksimilianus menjelaskan bahwa pendamping PKH memiliki potensi besar sebagai mitra strategis Bawaslu karena mendampingi kelompok masyarakat secara berkelanjutan. Menurutnya, kelompok-kelompok binaan PKH telah memiliki struktur yang jelas, pendampingan rutin, jadwal pertemuan yang teratur, serta mekanisme yang mengikat setiap anggotanya. Kondisi tersebut menjadi modal penting bagi Bawaslu untuk menyampaikan edukasi mengenai kepemiluan secara efektif.
"Bawaslu memanfaatkan saluran yang sudah mapan dan terstruktur sehingga sosialisasi pengawasan partisipatif dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan berkesinambungan," ujar Maksimilianus.
Sementara itu, Koordinator PKH Kecamatan Lamba Leda Selatan, Richardus Banggur, menjelaskan bahwa saat ini terdapat 75 kelompok P2K2 yang aktif di Kecamatan Lamba Leda Selatan dan rutin melaksanakan pertemuan setiap bulan.
Menurut Richardus, P2K2 merupakan singkatan dari Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga, yaitu forum pembelajaran yang wajib diikuti seluruh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan.
"Setiap penerima manfaat wajib mengikuti kegiatan yang diagendakan pendamping. Kebetulan penerima manfaat PKH mayoritas adalah perempuan, sehingga peserta yang hadir dalam setiap pertemuan umumnya adalah ibu-ibu," jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Anggota Bawaslu Manggarai Timur Angela V. Primatyningsih, S.E., menyampaikan bahwa keberadaan kelompok-kelompok PKH membuka peluang besar bagi Bawaslu untuk memperluas jangkauan pendidikan pengawasan partisipatif, khususnya kepada kaum perempuan.
Menurut Angela, sosialisasi yang dilakukan melalui kelompok PKH tidak hanya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai Pemilu dan Pemilihan, tetapi juga mendorong para ibu penerima manfaat PKH menjadi agen penyebarluasan informasi di lingkungan masing-masing.
"Dengan kelompok yang dimiliki oleh pendamping PKH, Bawaslu Manggarai Timur berharap dapat melakukan sosialisasi tentang Pemilu dan Pemilihan langsung kepada masyarakat akar rumput. Kami bisa menjangkau masyarakat, khususnya ibu-ibu penerima bantuan PKH. Dengan demikian, kaum perempuan juga akan menjadi agen-agen yang membawa informasi dan pencerahan kepada masyarakat yang lain," ujarnya.
Richardus juga menyampaikan bahwa 75 kelompok P2K2 tersebut tersebar di 24 desa, yakni Mandosawu (8 kelompok), Golo Lobos (4), Bangka Pau (2), Nggalak Leleng (3), Bangka Leleng (3), Gurung Turi (3), Golo Nderu (2), Poco Lia (3), Lento (2), Pocong (3), Compang Laho (3), Golo Wune (2), Lenang (2), Golo Rengket (3), Beawaek (3), Satar Tesem (4), Wesang (3), Bangka Kuleng (4), Melo (3), Deno (4), Golo Ndari (2), Leong (6), Compang Weluk (4), dan Watu Lanur (4).
Melalui Konsolidasi Demokrasi yang berlangsung di Kantor Camat Lamba Leda Selatan tersebut, Bawaslu Manggarai Timur menegaskan komitmennya untuk terus membangun kemitraan dengan berbagai unsur masyarakat dalam memperkuat pengawasan partisipatif. Sinergi bersama pendamping PKH diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi kepemiluan sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengawal penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan yang demokratis, jujur, dan berintegritas.
Penulis: Florianus F. Serpur
Editor: Natalia A Pujianti