Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Matim Dorong Partisipasi dan Tolak Politik Uang dalam Konsolidasi Non Tahapan

Foto Humas Bws Matim

Anggota Bawaslu Manggarai Timur berfoto bersama masyarakat Desa Lengko Namut, Kecamatan Elar, usai kegiatan konsolidasi demokrasi non tahapan sebagai wujud komitmen bersama menjaga pemilu yang bersih dan berintegritas.

Borong, Bawaslu Manggarai Timur - Anggota Bawaslu Manggarai Timur, Angela V. Primatiningsih, melaksanakan kegiatan konsolidasi demokrasi non tahapan di wilayah Kecamatan Elar sebagai bagian dari upaya penguatan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu. Sabtu, (21/02/2026).

Kegiatan pertama dilaksanakan di Desa Compang Soba bersama Bapak Kepala Desa, Gregorius Jaka. Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai dinamika dan serba-serbi pelaksanaan pemilu di wilayah Desa Compang Soba, mulai dari partisipasi pemilih, potensi kerawanan, hingga pentingnya menjaga netralitas serta integritas dalam setiap tahapan pemilu. Diskusi berlangsung dalam suasana terbuka dan dialogis, memberikan ruang bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk menyampaikan pandangan serta pengalaman mereka terkait proses demokrasi yang telah berlangsung.

FT HUMAS
Anggota Bawaslu Manggarai Timur bersama Kepala Desa Compang Soba, Gregorius Jaka, melaksanakan konsolidasi demokrasi non tahapan dengan membahas dinamika pemilu di wilayah desa sekaligus mengajak masyarakat berkomitmen menolak politik uang demi menjaga integritas demokrasi.

Selain itu, masyarakat Desa Compang Soba secara bersama-sama diajak untuk memperkuat komitmen dalam menolak praktik politik uang. Ditekankan bahwa politik uang bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga merusak kualitas demokrasi dan masa depan kepemimpinan daerah. Oleh karena itu, kesadaran kolektif menjadi kunci utama dalam menjaga pemilu yang bersih dan berintegritas.

Selanjutnya, konsolidasi demokrasi juga dilaksanakan bersama masyarakat Desa Lengko Namut, Kecamatan Elar. Dalam pertemuan tersebut, kembali ditegaskan pentingnya keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat dalam mengawal proses demokrasi. Partisipasi publik tidak hanya sebatas menggunakan hak pilih, tetapi juga berperan sebagai pengawas sosial yang turut memastikan setiap proses berjalan sesuai prinsip jujur dan adil.

Sebagai penutup, Bawaslu Manggarai Timur menegaskan bahwa kehadirannya di tengah masyarakat bukan hanya dalam tahapan pemilu, tetapi juga pada masa non tahapan. Bawaslu Matim hadir berbicara dari satu pintu ke pintu, mendekatkan diri dengan masyarakat, memberikan edukasi demokrasi, serta menyampaikan strategi pengawasan partisipatif yang melibatkan seluruh masyarakat sebagai pengawas bersama.

Melalui pendekatan ini, diharapkan terbangun kesadaran dan komitmen kolektif untuk melawan politik uang serta menjaga marwah demokrasi di Manggarai Timur agar tetap bermartabat dan berkualitas.

 

Penulis : Florianus F. Serpur

Editor: Angela V. Primatyningsih