Lompat ke isi utama

Berita

Ngabuburit Pengawasan di Pesantren, Bawaslu Ajak Santri dan Guru Jaga Integritas Demokrasi

Foto Humas Bws Matim

Borong, Bawaslu Manggarai Timur — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Manggarai Timur melaksanakan kegiatan Ngabuburit Pengawasan bersama para santri dan guru di Pondok Pesantren Fatibra Qalbussalim yang berlokasi di Jl. Merpati, Kelurahan Kota Ndora, Kecamatan Borong, Rabu (04/03/2026).

Kegiatan ini berlangsung dalam suasana diskusi yang hangat dan interaktif. Para guru pesantren diajak untuk memahami pentingnya pengawasan partisipatif dalam menjaga kualitas demokrasi, khususnya dalam proses Pemilu dan Pemilihan. Momentum bulan Ramadan juga dimanfaatkan untuk memperkuat nilai kejujuran, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap proses demokrasi yang bersih dan berintegritas.

Ketua Bawaslu Kabupaten Manggarai Timur, Zakarias Gara, S.H., dalam sambutannya menegaskan bahwa para guru memiliki peran penting sebagai teladan di tengah masyarakat dalam menjaga integritas demokrasi.

Ia mengingatkan agar para guru tetap berpegang pada nilai kejujuran dan tidak mudah tergoda oleh praktik politik uang apabila terdapat upaya dari pihak-pihak tertentu yang mencoba memengaruhi pilihan dalam Pemilu maupun Pemilihan.

“Guru adalah panutan di masyarakat. Karena itu, jika ada upaya pemberian uang untuk memengaruhi pilihan, kita harus berani menolak. Integritas harus dijaga demi masa depan demokrasi yang lebih baik,” ujarnya.

Kegiatan Ngabuburit Pengawasan tersebut turut dihadiri oleh Anggota Bawaslu Manggarai Timur, Maksimilianus Ukut, S.Fil., M.Th., dan Angela V. Primatyningsih, S.E., serta jajaran pejabat struktural dan staf Bawaslu Kabupaten Manggarai Timur.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu berharap nilai-nilai pengawasan partisipatif semakin dipahami oleh masyarakat, termasuk di lingkungan pesantren, sehingga tercipta proses demokrasi yang jujur, adil, dan bermartabat.

 

Penulis dan Foto: Florianus F. Serpur

Editor: Natalia A. Pujianti